Hantavirus Bisa Sebabkan Gagal Ginjal, Dinkes Jateng Ingatkan Gejala Awal
Dinkes Jateng memastikan belum ada kasus positif hantavirus pada 2026. Meski begitu, masyarakat diminta tetap waspada

SEMARANGPemerintah Provinsi Jawa Tengah meminta masyarakat tetap tenang namun waspada terhadap potensi penyebaran hantavirus.

Kepala Dinas Kesehatan Jawa Tengah, Zulfachmi Wahab, mengatakan hingga periode Januari–Mei 2026 belum ditemukan kasus positif hantavirus di wilayah Jawa Tengah.

“Hantavirus ini merupakan reemerging disease, penyakit yang dulu pernah muncul kemudian muncul kembali. Di Jawa Tengah terakhir dilaporkan pada 2023, dan sampai sekarang belum ada kasus baru,” kata Zulfachmi, Selasa (19/5/2026).

Ia menjelaskan, hantavirus termasuk penyakit zoonosis yang ditularkan melalui hewan pengerat seperti tikus dan celurut.

Baca Juga: SPMB Jateng 2026 Dimulai, Gubernur Ahmad Luthfi Ancam Coret Siswa Titipan

Penularan dapat terjadi melalui air liur, urine, maupun kotoran tikus yang terinfeksi. Manusia berisiko tertular saat bersentuhan langsung dengan media tersebut atau menghirup partikel kering yang terbawa udara.

Menurut Zulfachmi, area dengan populasi tikus tinggi seperti pelabuhan menjadi lokasi yang perlu mendapat perhatian khusus. Kasus hantavirus sebelumnya di Jawa Tengah ditemukan di kawasan pelabuhan Kabupaten Demak pada 2023.

Hantavirus diketahui dapat menyerang sistem ginjal dan pernapasan. Gejala awalnya meliputi demam, nyeri dada, nyeri perut, gangguan buang air kecil, hingga muncul bercak merah pada selaput mata.

Pada kondisi berat, penyakit ini bisa menyebabkan perdarahan hingga gagal ginjal.

Baca Juga: Melongok Langkah Ritno Kurniawan, Menyulap Nyarai jadi Desa Wisata dan Desa Sejahtera Astra di Kaki Bukit Barisan

“Kalau ada gejala seperti demam, nyeri perut, bercak merah di mata, atau tanda perdarahan, segera periksa ke fasilitas kesehatan, agar tidak jatuh pada stadium gagal ginjal,” ujarnya.

Dinas Kesehatan Jawa Tengah menyebut diagnosis hantavirus harus dipastikan melalui pemeriksaan PCR dan serologis di rumah sakit rujukan.

Untuk memperkuat deteksi dini, Dinkes Jateng telah memberikan edukasi kepada fasilitas kesehatan hingga tingkat puskesmas.

Selain itu, sebanyak 883 puskesmas di Jawa Tengah juga akan mengikuti program edukasi “Jumat Pintar” guna meningkatkan pemahaman tenaga kesehatan terkait hantavirus.

https://www.jatengnetwork.com/jateng/28417148037/hantavirus-bisa-sebabkan-gagal-ginjal-dinkes-jateng-ingatkan-gejala-awal

Anda mungkin juga menyukai