Heboh! Roti Kedaluwarsa Dibagikan ke Siswa SD di Semarang, Wagub Jateng Ancam Audit dan Penutupan SPPG
Roti kedaluwarsa dibagikan ke siswa SD di Semarang dalam program MBG Ramadhan. Wagub Jateng Taj Yasin ancam audit hingga penutupan SPPG.

SEMARANG - Kasus temuan makanan bermasalah kembali mencuat setelah sebelumnya roti berjamur ditemukan di Blora. Kali ini, dugaan pembagian roti kedaluwarsa terjadi di SD IT Bina Amal 02 Ngemplak Simongan, Semarang Barat, Kamis (26/2/2026).

Salah satu orang tua murid kelas 6, Isna, melaporkan bahwa roti isi yang diterima anaknya dalam program Menu Bergizi Gratis (MBG) ternyata telah melewati tanggal kedaluwarsa. Pada kemasan tercantum label kedaluwarsa 24 Februari 2026, sementara roti tersebut dibagikan pada Rabu, 25 Februari 2026.

"Maaf bu guru, saya minta tolong di sampaikan ke pihak SPPG kalau roti yang di bagikan ke anak2 itu ternyata exp 24 Februari 2026 ya Bu," tulis Isna dalam pesan WhatsApp grup orangtua murid, Kamis 26 Februari 2026.

Tak hanya satu siswa, laporan lain menyebutkan ada murid yang menerima roti dengan tanggal kedaluwarsa 25 Februari 2026—hari yang sama dengan waktu pembagian. Keluhan juga muncul terkait minuman kacang hijau yang terasa kecut saat dikonsumsi untuk berbuka puasa, serta buah-buahan yang dinilai sudah dalam kondisi busuk.

"Kalau memang memberikan menu kering dalam MBG Ramadhan cukup menyulitkan sebenarnya mendingan diberikan secara bersamaan selama satu Minggu, seperti di wilayah Unnes Gunung Pati.Makanan jadi lebih berkualitas, bisa susu dan buah termasuk roti tawar. Jadi tidak mubazir, semua makanan bisa dikonsumsi," sebut Isna memberikan tanggapan.

Pihak sekolah memastikan orang tua dapat melaporkan setiap temuan makanan yang tidak layak konsumsi. Namun, sekolah mengaku sudah beberapa kali menyampaikan laporan kepada SPPG tanpa ada perubahan berarti.

Menanggapi polemik ini, Wakil Gubernur Jawa Tengah, Taj Yasin Maimoen, menyatakan siap melakukan evaluasi terhadap program MBG selama Ramadhan.

" MBG yang di bulan Ramadhan ini kita atur lagi deh, ada masukan dari beberapa tokoh agama soal ini.Seperti di Jepara, ada masukan bagaimana MBG diberikan dalam bentuk makanan kering yang bisa diolah dirumah," sebut Gus Yasin, sapaan akrabnya saat ditemui dalam acara Kanwil Dirjen Bea Cukai Jawa Tengah - DIY di kawasan Yos Sudarso Semarang, Rabu, 25 Februari 2026.

Ia juga mengapresiasi masyarakat yang memberikan masukan terhadap pelaksanaan program tersebut.

"Yang tidak layak, perlu - perlu untuk dievaluasi lagi," tegasnya.

Sebagai Ketua Satgas Percepatan MBG Jawa Tengah, ia menegaskan akan ada audit bagi Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang terbukti melakukan pelanggaran, termasuk dalam kasus sebelumnya di Blora.

“Nanti mana-mana yang melakukan kesalahan akan ada audit. Nantinya bisa sampai ke tahap penutupan terhadap SPPG yang melanggar,” tegasnya.

Ia memastikan proses audit akan memperketat standar produksi dan distribusi makanan.

"Ditertibkan, diedukasi betul bagaimana cara penyajian dan pengemasan serta pengiriman harus diperhatikan secara detail agar kejadian serupa tidak terulang," ucapnya sekali lagi.

Sementara itu, perubahan menu MBG selama Ramadhan menjadi makanan kering sebelumnya telah diinformasikan kepada orang tua murid di sejumlah sekolah, termasuk SD Negeri Kalibanteng Kidul 02 Semarang.

"MBG yang dibagikan terdiri atas tiga jenis makanan seperti roti basah, kacang, kolak. Ibu guru bilang kalau kolaknya tidak enak atau kecut langsung dibuang saja," ucap Fatih, salah satu murid usai menerima menu tersebut.

Kasus ini menambah sorotan terhadap kualitas pelaksanaan program MBG, terutama dalam pengawasan distribusi makanan kepada siswa selama bulan Ramadhan.***


Anda mungkin juga menyukai