KPK OTT Bupati Pekalongan Fadia Arafiq, Operasi Senyap Ketujuh Sepanjang 2026
KPK melakukan OTT terhadap Bupati Pekalongan Fadia Arafiq di Jawa Tengah. Operasi ini menjadi OTT ketujuh KPK sepanjang 2026

SEMARANGNETWORK.COM - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) kembali menggelar operasi tangkap tangan (OTT) pada awal Maret 2026.

Dalam operasi senyap ketujuh sepanjang tahun ini, tim penyidik mengamankan Bupati Pekalongan, Fadia Arafiq, bersama sejumlah pihak lainnya.

Juru Bicara KPK, Budi Prasetyo, membenarkan adanya kegiatan penindakan tersebut. Ia menyebut OTT dilakukan di wilayah Pekalongan, Jawa Tengah, dan para pihak yang diamankan langsung dibawa ke Jakarta untuk menjalani pemeriksaan lanjutan.

“Benar, dalam kegiatan penyelidikan tertutup ini, tim mengamankan sejumlah pihak di wilayah Pekalongan Jawa Tengah, salah satunya Bupati,” ujar Budi kepada awak media, Selasa (3/3/2026).

Budi menjelaskan, merujuk ketentuan dalam KUHAP, KPK memiliki waktu 1x24 jam untuk menentukan status hukum pihak-pihak yang terjaring dalam OTT tersebut. Dalam kurun waktu itu, penyidik akan melakukan pemeriksaan intensif sebelum menetapkan apakah yang bersangkutan ditetapkan sebagai tersangka atau tidak.

Hingga berita ini diturunkan, KPK belum mengungkap detail perkara yang menjadi dasar penangkapan, termasuk dugaan tindak pidana korupsi yang tengah didalami.

OTT terhadap Fadia Arafiq menjadi operasi senyap ketujuh yang dilakukan KPK sepanjang 2026. Sebelumnya, lembaga antirasuah tersebut telah beberapa kali melakukan penindakan di berbagai sektor dan wilayah.

Operasi senyap pertama tahun ini dilakukan pada 9–10 Januari 2026, dengan mengamankan delapan orang terkait dugaan suap pemeriksaan pajak di Kantor Pelayanan Pajak (KPP) Madya Jakarta Utara, di bawah naungan Direktorat Jenderal Pajak, Kementerian Keuangan Republik Indonesia untuk periode 2021–2026.

Sementara itu, OTT keenam yang diumumkan pada 5 Februari 2026 berkaitan dengan dugaan korupsi dalam pengurusan sengketa lahan di Pengadilan Negeri Depok, Jawa Barat. Dalam perkara tersebut, KPK menetapkan lima orang sebagai tersangka.

Tiga di antaranya merupakan hakim di PN Depok, yakni Ketua PN Depok I Wayan Eka Mariarta, Wakil Ketua PN Depok Bambang Setyawan, serta juru sita PN Depok Yohansyah Maruanaya. Dua tersangka lainnya berasal dari PT Karabha Digdaya, yakni Direktur Utama Trisnadi Yulrisman dan Head Corporate Legal Berliana Tri Kusuma.

Rangkaian OTT sepanjang 2026 ini menunjukkan intensitas penindakan KPK dalam memberantas dugaan praktik korupsi di berbagai sektor, mulai dari perpajakan, peradilan, hingga pemerintahan daerah.***

https://www.jatengnetwork.com/nasional/28416809097/kpk-ott-bupati-pekalongan-fadia-arafiq-operasi-senyap-ketujuh-sepanjang-2026

Anda mungkin juga menyukai