KLATEN, jatengnetwork.com – Candi Prambanan adalah candi hindu terbesar di Indonesia yang dibangun Raja Rakai Pikatan di abad 9 atau sekitar tahun 850 M.
Pembangunannya kemudian dilanjutkan Raja Lokapala dan Raja Balitung Maha Sambu pada masa Kerajaan Medang (Mataram Kuno).
Sebagai candi Hindu terbesar di Indonesia, Candi Prambanan patut dikunjungi, tidak saja untuk berwisata namun juga untuk belajar Sejarah.
Apalagi letaknya yang sangat strategis di samping Jalan Raya Solo – Joga, sehingga sangat mudah diakses wisatawan.
Baca Juga: Jaga Inflasi Tetap Terkendali, Pemkot Semarang Lakukan Intervensi dan Operasi Pasar Skala Kecil
Siapa yang membangun dan tahun Pembangunan diketahui berdasarkan Prasasti Siwagrha yang berangka tahun 778 Saka (856 Masehi), bangunan ini dibangun pertama kali oleh Raja Rakai Pikatan.
Menariknya, nama asli candi ini adalah Candi Siwagrha yang juga diketahui berdasarkan Prasasti Siwagrha, yang dalam Bahasa Sansekerta yaitu Shiva yang berarti Siwa dan Grha yang berarti rumah.
Prasasti tersebut mendeskripsikan kelompok candi agung yang dipersembahkan bagi Dewa Siwa dan disebut Siwagrha.
Selain itu, nama Siwagrha ini semakin diperkuat dengan adanya arca Siwa yang ada di dalam ruang utama Candi Siwa sebagai candi utama di Kompleks Candi Prambanan.
Baca Juga: Kemenpar Dorong Prambanan Shiva Festival Jadi Agenda Unggulan Pariwisata Nasional
Arca Siwa tersebut diperkirakan merupakan perwujudan dari Raja Balitung, Raja Kerajaan Medang (Mataram Kuno) yang turut berkontribusi dalam Pembangunan Candi Prambanan.
Namun lambat laun, nama Siwagrha berubah menjadi Prambanan yang diduga berasal dari pergeseran dialek Bahasa Jawa Para Brahman yang bermakna Brahman/realitas agung yang tak dapat dilukiskan.
Selain itu, Para Brahman juga bermakna bahwa dulunya wilayah ini dihuni oleh banyak brahmana.
Baca Juga: Arungi Putaran Nasional, Junianto Bakal Suntik Dana untuk Persibangga
https://www.jatengnetwork.com/wisata/28416738359/mengenal-candi-prambanan-candi-hindu-terbesar-di-indonesia
