KOTA PEKALONGAN – Menteri Lingkungan Hidup RI, Hanif Faisol Nurofiq, mengapresiasi langkah pemerintah daerah di kawasan Pekalongan Raya yang berinisiatif membangun Pembangkit Listrik Tenaga Sampah (PLTSa).
Menurutnya, inisiatif tersebut menunjukkan komitmen kuat daerah dalam mendukung program nasional pengelolaan sampah berbasis energi.
“Kami menyambut antusias kesiapan dari Pekalongan Raya, yang terdiri dari Kota Pekalongan, Kabupaten Pekalongan, Kabupaten Pemalang, dan Kabupaten Batang. Ini merupakan langkah besar yang perlu dipersiapkan dengan matang sejak awal,” ungkapnya, Senin (6/4/2026).
Baca Juga: Trump Tunda Serangan ke Iran di Detik Terakhir, Selat Hormuz Jadi Syarat Utama
Ia menjelaskan, rencana pembangunan instalasi pengolahan sampah menjadi energi listrik itu akan diusulkan kepada Presiden RI, Prabowo Subianto. Program ini diharapkan menjadi solusi strategis dalam mengatasi persoalan sampah di Indonesia.
Meski demikian, Hanif menegaskan bahwa seluruh proses harus mengikuti standar dan regulasi yang berlaku, termasuk penerapan sistem pemilahan sampah dari sumbernya di setiap daerah.
“Proyek ini tidak hanya menjadi solusi atas permasalahan sampah, tetapi juga membuka peluang baru dalam pemanfaatan energi terbarukan, serta meningkatkan kualitas lingkungan hidup masyarakat,” pungkasnya.
Sementara itu, Wali Kota Pekalongan, Achmad Afzan Arslan Djunaid, menyampaikan bahwa berbagai tahapan awal telah disiapkan, mulai dari penentuan lokasi hingga kesepakatan kerja sama antar daerah di wilayah Pekalongan Raya.
Baca Juga: Bank Mandiri Taspen Serahkan Santunan untuk 3 Prajurit TNI Gugur di Lebanon
Ia berharap seluruh proses dapat berjalan lancar sehingga proyek tersebut segera terealisasi dalam waktu dekat.
Menurutnya, pembangunan PSEL menjadi langkah penting dan mendesak untuk mengatasi persoalan sampah yang selama ini menjadi tantangan besar, tidak hanya di daerahnya tetapi juga secara nasional.
“Permasalahan sampah ini sangat urgen. Dengan adanya PSEL, kita harapkan bisa menjadi solusi jangka panjang, tidak hanya mengurangi volume sampah, tetapi juga menghasilkan energi listrik,” imbuhnya.
Wali Kota yang akrab disapa Aaf itu menambahkan, hingga saat ini Pemerintah Kota Pekalongan baru mampu menangani sekitar 50 persen persoalan sampah. Capaian tersebut dinilai masih perlu ditingkatkan melalui kolaborasi lintas wilayah.
“Kami mohon dukungan dan doa dari masyarakat, agar langkah ini bisa berjalan lancar. Ini bukan tempat pembuangan, tetapi pengolahan sampah. Targetnya, sampah yang masuk hari ini harus selesai di hari yang sama,” tegasnya.*
https://www.jatengnetwork.com/jateng/28416965012/pekalongan-raya-siap-bangun-pltsa-menteri-lh-langkah-besar-olah-sampah-jadi-energi
