BATANG, jatengnetwork.com — Desa Tombo, Kecamatan Bandar, Kabupaten Batang, kembali berupaya mengangkat potensi kopi yang pernah menjadi komoditas unggulan masyarakat. Upaya tersebut dilakukan dengan memperkuat kemampuan petani sekaligus mendorong budidaya kopi yang tetap memperhatikan kelestarian lingkungan.
Tombo memiliki sejarah panjang sebagai wilayah penghasil kopi. Sejak era kolonial Belanda, kopi dari wilayah tersebut telah dikenal luas dan pernah menembus pasar internasional.
Namun, seiring perubahan kondisi pasar dan berkembangnya komoditas lain seperti karet dan teh, kejayaan kopi Tombo perlahan meredup.
Kini, masyarakat kembali melihat kopi sebagai peluang ekonomi yang menjanjikan. Upaya tersebut diwujudkan melalui Bimbingan Teknis (Bimtek) Budidaya Kopi Arabika yang digelar di Pondok Sidawung, Desa Tombo, Selasa (11/8).
Kegiatan yang menjadi bagian dari program DAS Lestari tersebut memberikan pembekalan kepada petani mengenai teknik budidaya kopi, mulai dari penanaman hingga pengendalian hama dan penyakit tanaman.
Burohim dan Anang dari Petani Kopi Surjo hadir sebagai narasumber untuk berbagi pengalaman mengenai pengelolaan tanaman kopi yang dapat diterapkan langsung oleh para peserta.
Antusiasme petani terlihat selama pelatihan. Sejumlah peserta aktif berdiskusi, terutama mengenai persoalan hama dan penyakit yang dapat mengganggu pertumbuhan serta produktivitas tanaman.
https://www.jatengnetwork.com/jateng/28417497733/pernah-jaya-hingga-pasar-internasional-kopi-tombo-kini-dibangkitkan-lagi

