SEMARANG, jatengnetwork.com – Mahasiswa hukum dituntut peka terhadap dinamika peradaban yang kini bergerak cepat dari era Industri 4.0 menuju era Society 5.0.
Hal itu disampaikan Wakil Dekan I FH Unissula, Dr Ida Musofiana saat membuka Sekolah Jurnalistik Angkatan XXVII bersama PWI Jateng, Sabtu 6 Juni 2026.
Menurutnya, di era digital ini, lompatan teknologi informasi tidak jarang memicu gesekan sosial hingga badai disinformasi (hoaks) di tengah masyarakat.
Oleh karenanya, kemampuan menulis yang beretika adalah senjata mutlak bagi para lulusan hukum di masa depan, baik mereka yang akan berkarier sebagai akademisi, praktisi hukum (hakim, jaksa, pengacara), demokrat hukum, maupun penggerak masyarakat.
Baca Juga: Evaluasi MBG di Jateng, Gubernur Ahmad Luthfi: Libatkan Pemerintah Daerah
Melalui Sekolah Jurnalistik, FH Unissula ingin memastikan setiap karya tulis ilmiah yang dihasilkan mahasiswa memiliki orisinalitas tinggi dan akurasi yang dapat dipertanggungjawabkan secara moral maupun hukum.
"Kami berharap mahasiswa memiliki integritas dan etika yang kuat, sehingga melahirkan karya tulis yang berkualitas, objektif, dan bisa dipertanggungjawabkan kepada publik. Ini adalah kawah candradimuka mahasiswa FH Unissula untuk mengasah kemampuan berjurnalistik," ujarnya.
Ketua PWI Jateng Setiawan Hendra Kelana menegaskan, pelaksanaan Sekolah Jurnalistik Angkatan XXVII ini merupakan wujud komitmen bersama antara PWI dan FH Unissula.
Agenda ini dirancang khusus untuk membekali para calon sarjana hukum agar mampu menguasai literasi media dan keterampilan menulis secara profesional.
Baca Juga: Tantang Gen Z Berinovasi untuk Negeri, Begini Langkah AHM Ajak Anak Muda Berkarya
"Angkatan ke-27 ini menjadi penanda kuat, PWI dan FH Unissula satu frekuensi yaitu saat lulus dan bekerja nanti, peserta menguasai hukum pers, kode etik, menulis artikel, hingga konvergensi media yang kini rawan hoaks dan doxing. Kemampuan menulis pendapat hukum (legal opinion) akan menempa mereka menjadi lawyer yang tangguh dan disegani di dunia kerja," tegas Mas Iwan, panggilan akrabnya.
Ketua Dewan Kehormatan PWI Jateng Amir Machmud NS, menyampaikan peringatan keras mengenai bahaya Anarki Jurnalistik (kondisi di mana produk informasi diproduksi tanpa standar UU Pers dan KEJ).
Pasalnya, aksi ini memiliki dampak bisa menghancurkan reputasi seseorang maupun institusi dalam sekejap.
Baca Juga: Wujudkan Kampanye ‘Cantik dari Hati’, Immoderma Bagikan 20 Ekor Kambing Kurban
https://www.jatengnetwork.com/pendidikan/28417219228/sekolah-jurnalistik-fh-unissula-dan-pwi-jateng-mahasiswa-harus-peka-dinamika-peradaban


