REMBANG, jatengnetwork.com – Pemerintah Kabupaten Rembang terus mendorong penguatan budaya donor darah di tengah masyarakat, guna menjaga ketersediaan stok darah tetap aman dan berkelanjutan, terutama pada momentum-momentum besar.
Hal itu disampaikan Wakil Bupati Rembang selaku Ketua Dewan Kehormatan PMI Mochamad Hanies Cholil Barro’, pada rapat koordinasi Palang Merah Indonesia (PMI), di aula PMI setempat, Senin (6/4/2026).
Menurutnya, kesadaran masyarakat untuk rutin mendonorkan darah perlu terus ditingkatkan, agar tidak terjadi kekurangan stok pada waktu-waktu tertentu. Pasalnya, kebutuhan darah di Kabupaten Rembang masih memerlukan perhatian bersama.
“Kami melihat soal ketersediaan darah ini masih perlu dipompa lagi, terutama pada momentum Ramadan dan Lebaran kemarin, sempat ada kekhawatiran karena laporan stok menipis, khususnya golongan darah B,” ujarnya.
Baca Juga: Fahri Hamzah Tegaskan Jangan Toleransi Tindakan Inkonstitusional, Respons Pernyataan Saiful Mujani
Disampaikan, upaya meningkatkan stok darah tidak bisa hanya mengandalkan kegiatan sesaat, tetapi harus dibangun sebagai budaya di tengah masyarakat. Dengan demikian, ketersediaan darah dapat terjaga secara berkelanjutan tanpa harus menunggu kondisi darurat.
“Ini harus benar-benar dipompa. Membudayakan donor darah itu penting. Jangan menunggu stok tipis, baru panik. Kalau ini jadi budaya, kita punya stok yang berkelanjutan. Setetes darah bisa menyelamatkan nyawa sesama,” tegasnya.
Apresiasi disampaikan wabup kepada pengurus PMI Kabupaten Rembang atas kinerjanya, sehingga jumlah relawan saat ini meningkat pesat, yakni mencapai 17 ribu orang. Menurutnya, jumlah tersebut merupakan sejarah.
“Relawan sampai 17 ribu, ini belum pernah terjadi di kepengurusan yang lalu. Luar biasa kinerjanya,” ungkap Gus Hanies, sapaan akrabnya.
Ketua PMI Kabupaten Rembang, dr Samsul Anwar mengungkapkan, stok darah atau kesadaran dari warga Rembang untuk berdonor cukup tinggi. Namun, stok darah di PMI Rembang seringkali memenuhi kebutuhan dari kabupaten tetangga juga.
Baca Juga: Pemkot Pekalongan Pastikan Tak Ada PHK PPPK, Ini Penjelasan Wali Kota
“Stok darah sebenarnya sudah lebih-lebih, tapi kita sering meng-cover kabupaten sebelah, Blora, Pati, Tuban, jadi permintaan kita banyak. Kualitas darah kita itu, kata mereka lebih baik, kita punya alat khusus yang membuat kualitas darahnya lebih bagus,” ujarnya.
Dia menambahkan, sejumlah kecamatan sebenarnya telah mulai menggelar kegiatan donor darah secara rutin. Namun, langkah tersebut masih perlu diperluas agar lebih masif dan mampu melibatkan lebih banyak elemen masyarakat.
Tekait jumlah relawan yang meningkat pesat, Samsul menyampaikan, saat awal menjabat pada 2022, hanya ada 21 relawan. Sedangkan pada 2026, jumlahnya meningkat pesat tembus 17 ribu relawan. Mereka yang bergabung, tercatat mulai pelajar SMP hingga mahasiswa, bahkan Relawan dari Pondok Pesantren juga ada.
https://www.jatengnetwork.com/jateng/28416959794/stok-darah-sempat-menipis-pemkab-rembang-dorong-budaya-donor-darah-berkelanjutan
