Sulap Limbah Kayu Pantai, Wayan Nasabah PNM ULaMM Denpasar Ubah Sampah Jadi Karya Bernilai Ekonomi Tinggi
Sulap Limbah Kayu Pantai, Wayan Nasabah PNM ULaMM Denpasar Ubah Sampah Jadi Karya Bernilai Ekonomi Tinggi

JATENGNETWORK.COM – Bagi banyak orang, tumpukan kayu bekas yang terbawa ombak, hanyalah limbah.

Sampah-sampah ini bahkan dinilai memunculkan persoalan baru, merusak pemandangan indah pantai-pantai di Bali.

Namun Wayan memandang lain limbah kayu yang terbawa oleh ombak ini.

Bukan lagi sebagai pembawa masalah lingkungan, tapi sebaliknya, limbah kayu di matanya adalah potensi ekonomi tak ternilai.

Baca Juga: MoU dengan Perusahaan China, Wahyu Agung Group Siap Kebut Pengembangan KEK Indonesia

Dari potongan kayu yang terdampar di pantai, nasabah PNM ini melihat peluang untuk menghadirkan karya.

Untuk kemudian membuka ruang ekonomi, sekaligus membantu upaya pemerintah dalam mengurangi sampah pantai.

Melalui Ulu Sari Handicraft, Wayan mengolah limbah kayu laut menjadi produk kerajinan bernilai jual tinggi.

Tentu hal ini sejalan dengan semangat Tujuan Pembangunan Berkelanjutan atau SDGs, khususnya poin 12 tentang konsumsi dan produksi yang bertanggung jawab, poin 14 tentang menjaga ekosistem laut.

Baca Juga: Persiapan FIBA Basketball Youth Events, FIBA Asia dan DPP Perbasi Tinjau Venue Basket di Solo

Sejak bergabung dengan PNM ULaMM (Unit Layanan Modal Mikro) pada 2017, Wayan mendapatkan akses pembiayaan dan pendampingan usaha secara rutin.

Dukungan tersebut turut memperkuat langkah Ulu Sari Handicraft untuk berkembang lebih terarah.

Kini, usaha yang ia bangun telah memiliki dua workshop yang berlokasi di Singaraja dan Tegallalang Bali bahkan mampu mempekerjakan 45 karyawan saat itu.

Baca Juga: Hasil Persis Solo vs Dewa United: Gol Tunggal Luka Dumancic Jaga Asa Laskar Sambernyawa Bertahan di Super League

https://www.jatengnetwork.com/ekonomi/28417137559/sulap-limbah-kayu-pantai-wayan-nasabah-pnm-ulamm-denpasar-ubah-sampah-jadi-karya-bernilai-ekonomi-tinggi

Anda mungkin juga menyukai