SEMARANGNETWORK.COM - Sebuah foto surat permohonan Tunjangan Hari Raya (THR) yang diduga dibuat oleh kelompok penyeberang jalan atau yang kerap disebut “Pak Ogah” viral di media sosial. Surat tersebut menjadi perbincangan warganet setelah diunggah melalui platform Threads.
Dalam surat yang beredar, tertulis judul “Jumpa Tahunan Penyeberang Jalan (Pak Ogah)” dengan perihal Permohonan Tali Asih Lebaran. Surat itu ditujukan kepada pimpinan perusahaan dan tertanggal Semarang, 9 Maret 2026.
Isi surat tersebut menjelaskan permohonan partisipasi dari pihak perusahaan untuk memberikan bantuan secara sukarela menjelang Hari Raya Idul Fitri tahun 1447 Hijriah atau 2026 Masehi.
Dalam bagian isi surat tertulis permohonan bantuan kepada pimpinan perusahaan agar berkenan memberikan dukungan secara sukarela. Penulis surat juga menyampaikan ucapan terima kasih serta permohonan maaf apabila terdapat kekurangan selama memberikan pelayanan di jalan.
Unggahan foto surat tersebut kemudian menuai berbagai komentar dari warganet. Salah satu akun Threads bernama ik0o.nuugraahaa menuliskan komentar bernada heran terhadap isi surat tersebut.
“Niat banget minta THR, sampai dibuat kek gini. Ga ada tanda tangan & stempel sekalian?? Minta maaf dalam pelayanan selama bekerja, sejak kapan ikut kerja???” tulis akun tersebut dalam unggahannya.
Komentar tersebut memicu diskusi di kalangan pengguna media sosial. Sebagian warganet menilai surat tersebut terkesan terlalu formal untuk sekadar permohonan bantuan, sementara yang lain menganggapnya sebagai hal yang unik menjelang Lebaran.
Fenomena “Pak Ogah” sendiri sudah lama dikenal di sejumlah kota di Indonesia. Mereka biasanya membantu mengatur kendaraan di persimpangan atau putaran jalan dengan harapan mendapatkan uang sukarela dari pengendara.
Hingga kini belum diketahui secara pasti siapa pihak yang membuat atau menyebarkan surat tersebut, maupun apakah surat tersebut benar-benar digunakan untuk meminta THR kepada perusahaan di Kota Semarang.
