Kisah Sukses Kebaya Mbok Dhe, Menghidupkan Warisan Budaya  Melalui Tangan Kreatif UMKM Perempuan Surakarta
Kisah sukses Kebaya Mbok Dhe di Surakarta. Berawal dari usaha rumahan, kini berkembang menjadi brand kebaya ternama berkat inovasi.

SOLO, jatengnetwork.com – Di tengah gempuran tren fesyen modern, kebaya tetap memiliki tempat istimewa di hati masyarakat Indonesia.

Salah satu pelaku usaha yang konsisten menjaga eksistensi busana tradisional tersebut adalah Kebaya Mbok Dhe, UMKM perempuan asal Kota Solo yang berhasil menghidupkan kembali warisan budaya melalui sentuhan kreatif dan inovatif.

Usaha yang dirintis Gusti Ian ini menjadi bukti bahwa kebaya tidak hanya identik dengan masa lalu, tetapi juga mampu beradaptasi dengan kebutuhan perempuan masa kini.

Melalui desain yang lebih sederhana, elegan, dan nyaman dikenakan, Kebaya Mbok Dhe berhasil menarik minat berbagai kalangan, termasuk generasi muda.

Gusti Ian mulai menekuni dunia fesyen tradisional sejak tahun 2007. Sejak awal, ia memiliki keyakinan kebaya merupakan bagian penting dari identitas budaya Indonesia yang harus terus dilestarikan.

Baca Juga: Perkuat Wisata Kampung Batik Rejomulyo, Wali kota Agustina Hadirkan Workshop Kampung Batik

Perjalanan tersebut tidak selalu mudah. Di awal merintis usaha, ia kerap menghadapi pandangan skeptis dari lingkungan sekitar yang menganggap kebaya sebagai pakaian kuno dan kurang diminati.

Namun, hal itu justru memotivasinya untuk menghadirkan kebaya dengan konsep yang lebih modern tanpa meninggalkan nilai-nilai tradisional.

"Tantangan semakin besar saat pandemi melanda. Permintaan pasar menurun drastis dan aktivitas usaha sempat terhambat," ucap Gusti Ian melalui keterangan resmi diterima jatengnetwork, Senin (8/6/2026).

Meski demikian, pada tahun 2022 Gusti Ian memutuskan untuk bangkit dan membangun kembali bisnisnya dengan visi yang lebih kuat, yakni menghadirkan produk fesyen bernilai budaya yang tetap relevan sepanjang masa.

Dari Usaha Rumahan Menjadi Toko Kebaya

Perkembangan signifikan mulai dirasakan ketika Gusti Ian memperoleh akses permodalan untuk mendukung kebutuhan usaha.

Modal tersebut digunakan untuk membeli berbagai perlengkapan pendukung seperti etalase, patung display, hanger, dan perlengkapan toko lainnya agar produk dapat dipasarkan secara lebih profesional.

Dari modal awal sebesar Rp4 juta, pembiayaan yang diterima kemudian berkembang hingga mencapai Rp13 juta. Dukungan tersebut membantu Kebaya Mbok Dhe meningkatkan kapasitas usaha sekaligus memperluas jangkauan pasar.

https://www.jatengnetwork.com/ekonomi/28417225140/kisah-sukses-kebaya-mbok-dhe-menghidupkan-warisan-budaya-melalui-tangan-kreatif-umkm-perempuan-surakarta

Anda mungkin juga menyukai