BMKG Ingatkan Rob Mengancam Pesisir Semarang hingga 22 Oktober 2026, Ini Periode Waspadanya
BMKG memperingatkan potensi banjir rob di pesisir Semarang pada 4-8 dan 18-22 Oktober 2026. Warga diminta meningkatkan kewaspadaan.

SEMARANG — Masyarakat yang tinggal maupun beraktivitas di kawasan pesisir Kota Semarang diminta meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi banjir rob sepanjang Oktober 2026.

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memprakirakan sejumlah wilayah pesisir Kota Semarang berpotensi kembali mengalami banjir akibat kenaikan muka air laut pada beberapa periode bulan ini.

Peringatan tersebut disampaikan BMKG melalui surat Nomor B/ME.01.02/273/KTJM/X/2026 terkait informasi potensi banjir pesisir atau rob selama Oktober 2026.

Berdasarkan informasi tersebut, pesisir Kota Semarang berpotensi mengalami rob pada 4-8 Oktober 2026. Potensi banjir pesisir juga kembali diprakirakan terjadi pada 18-22 Oktober 2026.

BMKG mengaitkan kondisi tersebut dengan potensi peningkatan pasang air laut yang dipengaruhi fenomena fase Bulan Baru pada 10 Oktober 2026.

Fenomena tersebut dapat menyebabkan peningkatan ketinggian maksimum air laut sehingga berpotensi memicu genangan di sejumlah kawasan pesisir.

Aktivitas Warga Pesisir Berpotensi Terganggu

Potensi rob menjadi perhatian bagi masyarakat yang tinggal maupun melakukan aktivitas di kawasan pesisir Kota Semarang. Kenaikan muka air laut dapat berdampak pada permukiman hingga kawasan yang menjadi pusat kegiatan masyarakat.

Tidak hanya permukiman, kawasan pelabuhan dan aktivitas bongkar muat juga berpotensi terdampak apabila air pasang memasuki area daratan.

Sejumlah kegiatan ekonomi seperti perikanan darat dan tambak garam juga perlu mewaspadai dampak kenaikan muka air laut.

Masyarakat diimbau memperhatikan waktu terjadinya pasang maksimum serta menyesuaikan aktivitas dengan kondisi di wilayah masing-masing.

Waspada Lagi pada 18-22 Oktober

Potensi rob di pesisir Kota Semarang diperkirakan tidak hanya terjadi pada awal Oktober. Setelah periode 4-8 Oktober, kewaspadaan kembali diperlukan pada 18-22 Oktober 2026.

Perbedaan kondisi di setiap wilayah membuat dampak banjir pesisir dapat bervariasi. Karena itu, masyarakat perlu memantau perkembangan kondisi cuaca dan pasang air laut secara berkala.

BMKG mengimbau masyarakat untuk mengikuti informasi cuaca maritim dan peringatan dini banjir pesisir melalui kanal resmi BMKG.

Pemantauan informasi secara berkala diharapkan dapat membantu warga pesisir Kota Semarang mengantisipasi dampak rob serta menyesuaikan aktivitas dengan kondisi terkini di lapangan.


Anda mungkin juga menyukai