SEMARANGNETWORK.COM – Keluhan warga Kota Semarang mengenai padatnya kegiatan kemasyarakatan bagi ibu-ibu terus bermunculan di media sosial Threads. Kali ini, agenda senam bersama turut disorot setelah sebelumnya warga mengeluhkan rutinitas PKK, Dasa Wisma (Dawis), hingga pemilahan sampah.
Akun Threads @qooyum mengungkapkan bahwa banyaknya kegiatan membuat ibu-ibu di Semarang seolah tidak memiliki waktu luang.
“Ibu-ibu yang paling sibuk adalah ibu-ibu di Semarang. PKK, Dawis, Pilah sampah, Toga, Pengajian, tambah lagi sekarang Senam Bersama .. Allahuakbar,” tulisnya.
Keluhan serupa juga disinggung akun @sheila_socialmedia. Ia mengaku linimasa Threads miliknya dipenuhi unggahan ibu-ibu Semarang yang mengeluhkan banyaknya kegiatan lingkungan.
“Algoritmaku kompak banget ya, isinya Ibu2 Semarang yang mengeluhkan kegiatan PKK. Di daerah lain memangnya gimana sih?” tulisnya.
Munculnya unggahan-unggahan tersebut memperpanjang perbincangan mengenai padatnya agenda warga, mulai dari pertemuan PKK dan Dawis, pemilahan sampah, perawatan tanaman obat keluarga (TOGA), pengajian, hingga senam bersama.
Persoalan yang disorot bukan semata-mata manfaat kegiatannya, melainkan frekuensi, waktu pelaksanaan, dan pembagian tanggung jawab di tengah kesibukan warga.
Kegiatan kemasyarakatan pada dasarnya dapat memperkuat kebersamaan dan mendorong pola hidup sehat. Namun, agenda yang terlalu padat berisiko menimbulkan kelelahan apabila tidak disesuaikan dengan kondisi dan ketersediaan waktu masyarakat.

