Mas Wahid Inisiasi Edukasi Keselamatan Bus Wisata, Dorong Penggunaan Sabuk Pengaman
Maraknya kecelakaan bus pariwisata mendorong Mas Wahid menginisiasi edukasi keselamatan bagi tour leader dan tour guide, salah satunya dengan mendorong penggunaan sabuk pengaman bagi penumpang.

SEMARANG – Maraknya kecelakaan bus pariwisata mendorong pemilik PO Pesona Bus, Muhammad Abdul Wahid, yang akrab disapa Mas Wahid, menginisiasi edukasi keselamatan bagi pelaku perjalanan wisata.

Bersama PT Laksana Bus Manufaktur dan Duta Cemerlang Motor, ia menggelar pelatihan bertajuk Tour Leader LEVEL UP: From Guide to Guardian untuk meningkatkan peran tour leader dan tour guide dalam menjaga keselamatan penumpang untuk membekali tour leader dan tour guide sebagai garda terdepan keselamatan penumpang.

“Kami membekali mereka dengan edukasi keselamatan penumpang karena merekalah ujung tombak keselamatan di jalan saat membawa tamu berwisata,” ujar Wahid.

Sebanyak 40 peserta yang terdiri dari tour guide, tour leader, pengemudi, serta kru bus mengikuti pembekalan tersebut.

Salah satu fokus utama pelatihan adalah membiasakan penggunaan sabuk pengaman (safety belt) bagi penumpang bus pariwisata.

Menurut Mas Wahid, penggunaan safety belt menjadi hal krusial, terutama saat bus melintas di jalan tol dengan kecepatan tinggi maupun melalui jalur menurun yang memiliki risiko kecelakaan.

“Kita harus membiasakan dan mengedukasi penumpang agar selalu memakai safety belt. Ini langkah sederhana, tetapi sangat penting untuk mengurangi risiko cedera,” katanya.

Ia mengakui, tingkat kesadaran penggunaan sabuk pengaman di bus pariwisata masih tergolong rendah dan sering dianggap sepele. Meski demikian, edukasi keselamatan harus terus dilakukan secara konsisten.

“Edukasi safety belt sudah saya lakukan sejak 2022, bahkan sampai ke sekolah-sekolah dasar,” imbuhnya.

Mas Wahid menambahkan, banyak kecelakaan bus yang menimbulkan korban jiwa disebabkan penumpang tidak menggunakan sabuk pengaman. Padahal, safety belt berfungsi menahan tubuh saat terjadi benturan atau pengereman mendadak sehingga mampu meminimalkan risiko cedera serius.

Ia juga menilai, karoseri bus yang memiliki orientasi kuat pada keselamatan dan telah menembus pasar ekspor tentu harus memenuhi regulasi internasional.

“Saya melihat karoseri yang fokus terhadap keselamatan dan produknya sudah ekspor ke beberapa negara otomatis mengikuti regulasi luar negeri, dan saat ini itu ada pada Laksana,” jelasnya.

Sementara itu, Sales Supervisor PT Laksana Bus Manufaktur, Lazuardi, menegaskan bahwa dari sisi manufaktur, Laksana telah menerapkan standar keselamatan ketat pada setiap unit bus yang diproduksi.

Ia menyebutkan, seluruh unit bus telah melalui proses sertifikasi serta pengujian rutin untuk memastikan kelayakan dan keamanan, baik untuk pasar domestik maupun ekspor.

“Sertifikasi ini memastikan bus memenuhi ketentuan keselamatan sebelum diserahkan kepada konsumen, termasuk untuk kebutuhan ekspor,” pungkasnya.

 

 


 


Anda mungkin juga menyukai