SALATIGA, jatengnetwork.com — Kontingen Kota Salatiga menorehkan catatan bersejarah pada Pekan Olahraga Pelajar Daerah (Popda) Jawa Tengah 2026. Untuk pertama kalinya, cabang olahraga renang, tinju, dan sepak bola berhasil menyumbangkan medali emas bagi Salatiga dalam ajang olahraga pelajar tingkat Provinsi Jawa Tengah.
Prestasi tersebut turut membawa Salatiga mengoleksi total 30 medali emas dari 76 medali dan menempatkan kontingen Kota Salatiga sebagai Juara Umum III Popda Jawa Tengah 2026.
Capaian ini menjadi sinyal positif bagi perkembangan pembinaan olahraga pelajar di Kota Salatiga. Selain mencatat peningkatan perolehan medali, semakin banyaknya cabang olahraga yang mampu menyumbangkan emas menunjukkan potensi atlet pelajar Salatiga terus berkembang.
Prestasi Salatiga juga diwarnai keberhasilan sejumlah atlet muda. Salah satunya adalah Anschel Cahya Firasy, atlet yang meraih medali emas pada kualifikasi panahan tingkat SD.
Bagi Anschel, pencapaian tersebut tidak hanya menjadi kebanggaan, tetapi juga pengalaman yang mendorongnya untuk meningkatkan kemampuan dan terus berlatih.
“Saya senang dan bangga bisa mendapatkan medali emas untuk Salatiga. Ini menjadi motivasi saya untuk terus berlatih, memperbaiki kemampuan dan bisa meraih prestasi yang lebih tinggi lagi ke depannya,” ujar Anschel saat ditemui di Dispora Salatiga, Minggu (6/9/2026).
Keberhasilan atlet-atlet muda tersebut menjadi bagian penting dari proses regenerasi olahraga di Salatiga. Pembinaan sejak usia dini dinilai menjadi salah satu kunci agar prestasi olahraga daerah dapat dipertahankan dan dikembangkan pada masa mendatang.
Kepala Dinas Kepemudaan dan Olahraga (Dispora) Kota Salatiga, Budi Prasetiyono, menilai keberhasilan meraih posisi Juara Umum III menjadi gambaran bahwa pembinaan olahraga pelajar di Salatiga semakin kompetitif.
Menurutnya, capaian tersebut merupakan hasil kerja bersama yang melibatkan atlet, pelatih, ofisial, orang tua, serta berbagai pihak yang memberikan dukungan terhadap perkembangan olahraga pelajar.
“Hasil ini menunjukkan bahwa pembinaan olahraga pelajar di Salatiga semakin kompetitif. Yang paling penting bukan hanya medali yang kita bawa pulang, tetapi bagaimana kita membangun regenerasi atlet sejak usia dini agar prestasi ini bisa terus berlanjut,” jelas Budi.
Ia mengatakan, hasil Popda 2026 selanjutnya akan menjadi bahan evaluasi untuk melihat cabang olahraga yang memiliki potensi besar dan perlu mendapatkan penguatan pembinaan.
“Kita ingin prestasi ini tidak berhenti di Popda. Anak-anak yang sudah menunjukkan kemampuan harus terus dibina, diberikan ruang untuk berkembang dan dipersiapkan menuju jenjang kompetisi yang lebih tinggi,” imbuhnya.
Dengan torehan 30 medali emas, Salatiga kembali menunjukkan kekuatannya dalam pembinaan olahraga pelajar di Jawa Tengah.
Keberhasilan renang, tinju, dan sepak bola yang untuk pertama kalinya mampu menyumbangkan medali emas juga menjadi catatan tersendiri dalam perjalanan olahraga pelajar Salatiga.
https://www.jatengnetwork.com/olahraga/28417611721/salatiga-raih-30-emas-di-popda-jateng-2026-tiga-cabor-cetak-sejarah

