JATENGNETWORK.COM - Pasar mobil listrik (electric vehicle/EV) di Tanah Air memang lagi tancap gas dalam beberapa tahun terakhir.
Tapi uniknya, bursa mobil bekas justru menyuguhkan drama menarik, khususnya buat unit sang pionir, Wuling Air ev.
Sekarang, banderol city car listrik berdimensi mungil ini terpantau makin "tiarap".
Di lantai bursa mobil seken, harganya sudah tembus ke bawah Rp100 juta hingga kisaran Rp110 jutaan saja untuk varian tertentu.
Baca Juga: Bansos Tahap 4 Resmi Cair Oktober 2026! Cek Daftar Bantuan & Nominal Tunai Yang Berhak Kamu Dapatkan
Depresiasi harga yang terbilang lumayan "dalam" ini mendadak jadi bahan perbincangan hangat para petrolhead dan pengamat otomotif.
Banyak yang menyoroti strategi manuver pabrikan yang dinilai bikin produknya kena efek kanibalisme sekaligus memicu kejenuhan di pasar sekunder.
Salah satu pemicu utama kenapa resale value Air ev bisa anjlok cukup tajam adalah akselerasi agresif Wuling dalam merilis lini baru.
Hadirnya varian murmer (cheap&cheerful) seperti Air ev Lite langsung mengoreksi pasaran harga bekas.
Situasi makin terjepit ketika Wuling kembali memanjakan konsumen dengan memboyong lini EV berukuran lebih proper, yakni BinguoEV dan Cloud EV.
Punya daya jelajah lebih jauh dan ruang kabin yang jauh lebih lapang, jelas saja para pemilik Air ev generasi awal langsung tergiur untuk trade-in alias naik kelas.
Imbasnya, stok Wuling Air ev bekas di pasaran mendadak overload.
https://www.jatengnetwork.com/otomotif/28417712472/wuling-air-ev-bekas-nyungsep-di-bawah-rp100-juta-efek-kanibalisme-binguoev-atau-pasar-ev-sudah-jenuh

