Mimpi buruk bisa datang tiba-tiba dan membuat tidur terasa tidak nyaman. Dalam Islam, doa mimpi buruk dianjurkan untuk dibaca setelah terbangun sebagai bentuk perlindungan kepada Allah Swt. sekaligus menenangkan hati dari rasa takut dan gelisah.
Bacaan ini juga bisa dibaca bersamaan dengan doa bangun tidur sebagai bentuk rasa syukur dan memohon perlindungan dari godaan setan.
Lalu, seperti apa bacaan doa mimpi buruk yang dianjurkan Rasulullah saw. dan bagaimana adab menyikapinya? Simak penjelasan lengkapnya di artikel ini agar membantu tidur kembali tenang dan pikiran lebih nyaman.
Berikut beberapa doa mimpi buruk yang bisa dibaca setelah terbangun dari mimpi yang tidak menyenangkan. Setiap doa memiliki tujuan untuk memohon perlindungan dan ketenangan dari Allah Swt.. Berikut beberapa bacaan doa agar tidak mimpi buruk dan terlindungi dari buruknya mimpi:
Doa setelah mimpi buruk ini dibaca untuk berlindung kepada Allah Swt. dari gangguan setan serta keburukan mimpi yang dialami.
أَللَّهُمَّ إِنِّى أَعُوْذُ بِكَ مِنْ عَمَلِ الشَّيْطَانِ وَسَيِّCئاَتِ اْلأَحْلاَمِ
Allāhumma innī a‘ūdzu bika min ‘amalisy-syaithāni wa sayyi’ātil aḥlām.
Artinya:“Ya Allah, aku berlindung kepada-Mu dari perbuatan setan dan dari buruknya mimpi.”
Bacaan ini merupakan doa mimpi buruk agar tidak terjadi pada diri kita segala keburukan yang terlihat dalam mimpi, baik di dunia maupun di akhirat.
اَعُوْذُ بِاللهِ بِمَا عَاذَتْ بِهِ مَلاَئِكَةُ اللهِ وَرَسُوْلِهِ مِنْ شَرِّ مَا رَأَيْتُ فِيْ مَنَامِيْ اَنْ يُصِيْبَنِيْ مِنْهُ شَيْئٌ اَكْرَهُهُ فِي الدُّنْيَا وَاْلاَخِرَةِ
A‘ūdzu billāhi bimā ‘ādzat bihī malā’ikatullāhi wa rasūlihī min syarri mā ra’aitu fī manāmī an yuṣībanī minhu syai’an akrahuhū fid-dunyā wal-ākhirah.
Artinya: “Aku berlindung kepada Allah sebagaimana para malaikat Allah dan Rasul-Nya berlindung, dari keburukan mimpiku agar tidak menimpaku sesuatu yang aku benci, baik di dunia maupun di akhirat.”
Baca juga: Keutamaan Surat Al Waqiah dan Doa Setelah Membaca Surat Al Waqiah
Doa ini dibaca sebagai doa setelah mimpi buruk agar tidak terjadi segala keburukan yang ada dalam mimpi, sekaligus untuk memohon perlindungan kepada Allah Swt. dari dampak buruknya.
اللَّهُمَّ إِنِّي أَعُوذُ بِكَ مِنْ شَرِّهَا وَشَرِّ مَا فِيهَا
Allāhumma innī a‘ūdzu bika min syarrihā wa syarri mā fīhā.
Artinya: “Ya Allah, aku berlindung kepada-Mu dari keburukan mimpi itu dan dari keburukan yang ada di dalamnya.”
Agar selalu terlindungi dari gangguan setan, murka Allah, dan keburukan makhluk, kamu bisa membaca doa habis mimpi buruk berikut ini:
هُوَ اللهُ، اَللهُ رَبِّيْ لَا شَرِيْكَ لَهُ. أَعُوْذُ بِكَلِمَاتِ اللهِ التَّامَّةِ مِنْ غَضَبِهِ وَمِنْ شَرِّ عِبَادِهِ وَمِنْ هَمَزَاتِ الشَّيَاطِيْنِ وَأَنْ يَحْضُرُوْنِ
Huwallāhu, allāhu rabbī, lā syarīka lah. A‘ūdzu bikalimātillāhit-tāmmāti min ghaḍabihī wa min syarri ‘ibādihī wa min hamazātis-syayāṭīn wa an yaḥḍurūn.
Artinya: “Dialah Allah, Allah Tuhanku, tidak ada sekutu bagi-Nya. Aku berlindung dengan kalimat-kalimat Allah yang sempurna dari murka-Nya, dari kejahatan hamba-hamba-Nya, dan dari godaan setan serta kehadiran mereka.”
Doa terhindar dari mimpi buruk ini dapat juga dibaca untuk memohon perlindungan Allah, keburukan makhluk, serta gangguan setan.
أَعُوذُ بِكَلِمَاتِ اللهِ التَّامَّاتِ مِنْ غَضَبِهِ، وَشَرِّ عِبَادِهِ، وَمِنْ هَمَزَاتِ الشَّيَاطِينِ، وَأَنْ يَحْضُرُونِ
“A‘ūdzu bikalimātillāhit-tāmmāti min ghaḍabihī wa min syarri ‘ibādihī wa min hamazātisy-syayāṭīn wa an yaḥḍurūn.”
Artinya: “Aku berlindung dengan kalimat-kalimat Allah yang sempurna dari murka-Nya, dari keburukan hamba-hamba-Nya, serta dari godaan setan dan kehadiran mereka.”
Setelah terbangun dalam kondisi gelisah, bacaan ini dapat diamalkan sebagai doa agar mimpi buruk tidak terjadi kembali, sekaligus untuk menenangkan hati dan membantu tubuh kembali rileks sebelum melanjutkan tidur.
اللَّهُمَّ غَارَتِ النُّجُومُ وَهَدَأَتِ الْعُيُونُ وَأَنْتَ حَيٌّ قَيُّومٌ لَا تَأْخُذُكَ سِنَةٌ وَلَا نَوْمٌ يَا حَيُّ يَا قَيُّومُ أَهْدِئْ لَيْلِيْ وَأَنِمْ عَيْنِي
“Allāhumma ghāratin nujūm wa hada’atil ‘uyūn, wa anta ḥayyul qayyūm, lā ta’khudzuhū sinatun wa lā naum. Yā ḥayyu yā qayyūm, ahdi’ laylī wa anim ‘aynī.”
Artinya: “Ya Allah, bintang-bintang telah tenggelam dan mata-mata telah terpejam. Engkau Maha Hidup dan Maha Berdiri Sendiri, tidak mengantuk dan tidak tidur. Wahai Yang Maha Hidup dan Maha Berdiri Sendiri, tenangkanlah malamku dan pejamkanlah kedua mataku.”
Rasulullah saw. mengajarkan beberapa adab yang bisa dilakukan ketika seseorang terbangun karena mimpi buruk, yaitu:
Baca juga: Niat Mandi Wajib untuk Pria dan Wanita serta Tata Caranya
Berikut beberapa sunnah yang dianjurkan Rasulullah SAW ketika seseorang mengalami mimpi buruk.
Saat terbangun karena mimpi yang tidak disukai, dianjurkan meludah ringan ke arah kiri sebanyak tiga kali, lalu berpindah dari posisi tidur sebelumnya.
ذَا رَأَى أَحَدُكُمُ الرُّؤْيَا يَكْرَهُهَا، فَلْيَبْصُقْ عَنْ يَسَارِهِ ثَلَاثًا وَلْيَسْتَعِذْ بِاللهِ مِنَ الشَّيْطَانِ ثَلَاثًا، وَلْيَتَحَوَّلْ عَنْ جَنْبِهِ الَّذِي كَانَ عَلَيْهِ
Artinya: “Jika salah seorang di antara kalian bermimpi sesuatu yang tidak disukainya, maka hendaklah ia meludah ke kiri tiga kali, memohon perlindungan kepada Allah dari setan tiga kali, dan berpindah dari posisi tidurnya.” (HR. Muslim)
Setelah mimpi buruk, dianjurkan membaca ta’awudz sebanyak tiga kali sebagai bentuk perlindungan dari gangguan setan.
أَعُوذُ بِاللَّهِ مِنَ الشَّيْطَانِ الرَّجِيمِ
Artinya: “Aku berlindung kepada Allah dari godaan setan yang terkutuk.”
Selain berlindung dari setan, kita juga dianjurkan memohon perlindungan dari keburukan mimpi yang dialami.
الرُّؤْيَا الحَسَنَةُ مِنَ اللَّهِ، فَإِذَا رَأَى أَحَدُكُمْ مَا يُحِبُّ فَلاَ يُحَدِّثْ بِهِ إِلَّا مَنْ يُحِبُّ، وَإِذَا رَأَى مَا يَكْرَهُ فَلْيَتَعَوَّذْ بِاللَّهِ مِنْ شَرِّهَا، وَمِنْ شَرِّ الشَّيْطَانِ، وَلْيَتْفِلْ ثَلَاثًا، وَلاَ يُحَدِّثْ بِهَا أَحَدًا، فَإِنَّهَا لَنْ تَضُرَّهُ
Artinya: “Mimpi yang baik berasal dari Allah. Jika salah seorang dari kalian melihat mimpi yang disukainya, jangan ia ceritakan kecuali kepada orang yang ia cintai. Jika ia melihat mimpi yang tidak disukainya, hendaklah ia berlindung kepada Allah dari keburukan mimpi tersebut dan dari keburukan setan, meludah tiga kali, serta tidak menceritakannya kepada siapa pun. Maka mimpi itu tidak akan membahayakannya.” (HR. al-Bukhari)
Rasulullah saw. juga menganjurkan agar mimpi buruk tidak diceritakan kepada siapa pun, serta disunnahkan bangun dan melaksanakan salat.
الرُّؤْيَا ثَلَاثٌ: حَدِيثُ النَّفْسِ، وَتَخْوِيفُ الشَّيْطَانِ، وَبُشْرَى مِنَ اللَّهِ، فَمَنْ رَأَى شَيْئًا يَكْرَهُهُ فَلَا يَقُصَّهُ عَلَى أَحَدٍ وَلْيَقُمْ فَلْيُصَلِّ
Artinya: “Mimpi itu ada tiga: bisikan diri sendiri, mimpi yang menakutkan dari setan, dan kabar gembira dari Allah. Barang siapa melihat mimpi yang tidak disukainya, maka jangan ia ceritakan kepada siapa pun, dan hendaklah ia bangun lalu salat.”
(HR. al-Bukhari)
Dalam riwayat lain dari Abu Hurairah RA, Rasulullah saw. juga menegaskan:
“Jika salah seorang dari kalian bermimpi sesuatu yang tidak disukainya, maka jangan diceritakan kepada siapa pun, dan hendaklah ia bangun kemudian salat.”
Dengan mengamalkan doa mimpi buruk, kamu bisa menenangkan diri setelah terbangun sekaligus memohon perlindungan kepada Allah Swt. agar tidur kembali terasa lebih aman dan nyaman.
Supaya lebih mudah membaca doa sebelum maupun saat terbangun dari tidur, kamu juga bisa menyiapkan buku kumpulan doa harian, poster doa, atau stiker doa khusus untuk ditempel di kamar tidur. Tenang, perlengkapan tersebut bisa kamu temukan dengan mudah di Shopee.
Pilihannya lengkap dari banyak toko lokal yang menyediakan produk berkualitas dengan harga variatif. Terdapat juga promo menarik seperti voucher gratis ongkir yang membuat belanja lebih hemat. Metode pembayarannya pun praktis, mulai dari COD, transfer bank, hingga ShopeePay.
Jadi, tunggu apa lagi? Yuk, segera lengkapi kebutuhan ibadah kamu sekarang juga dengan belanja di Shopee!
Baca juga: Doa Sebelum dan Bangun Tidur Dalam Islam Beserta Sunnah
https://shopee.co.id/inspirasi-shopee/doa-mimpi-buruk/
