SEMARANG – Suasana mencekam terjadi di kawasan permukiman padat di Kelurahan Wonolopo, Kecamatan Mijen, Semarang, setelah aparat kepolisian melakukan penggerebekan terhadap sebuah gudang yang diduga menjadi lokasi produksi ekstasi, Jumat malam (10/4/2026).
Penggerebekan tersebut mengejutkan warga, mengingat bangunan itu selama ini dikenal terbuka dan kerap dimanfaatkan untuk kegiatan sosial masyarakat.
Ketua RT setempat, Ato (40), mengungkapkan bahwa pergerakan aparat sebenarnya sudah terlihat sejak pagi hari. Sejumlah anggota kepolisian berpakaian sipil datang untuk menelusuri keberadaan penyewa gudang.
Baca Juga: Forum ‘Curhat Bareng Mas Wali’ Salatiga Jadi Solusi Cepat Aduan Warga
"Saya tahunya sekitar jam 08.00 itu dari Polda Metro datang ke sini cuma beberapa orang, tanya ada penyewa namanya Joni terus nanya ke orang tua pemilik gudang tapi di sini nggak ada yang namanya Joni," ujar Ato, Sabtu (11/4/2026).
Situasi semakin tegang pada malam hari ketika aparat datang dengan jumlah personel lebih banyak dan langsung melakukan sterilisasi di lokasi.
Dalam operasi tersebut, polisi mengamankan tiga orang yang diduga terlibat dalam aktivitas produksi narkoba. Satu orang diketahui merupakan pemilik gudang, sementara dua lainnya diduga warga negara asing.
"Terus ramai-ramai ada apa ternyata ada penggerbekan itu narkoba itu. Ada tiga orang salah satunya warga sini, untuk yang dua orang itu saya belum pernah melihat tapi kayanya orang China," jelasnya.
Warga sekitar mengaku tidak menaruh kecurigaan terhadap aktivitas di gudang tersebut. Selama ini, bangunan terlihat sepi tanpa aktivitas mencurigakan, bahkan tidak ada lalu lintas kendaraan keluar masuk.
"Untuk aktivitasnya, tidak ada orang lalu-lalang itu. Tidak ada orang beraktivitas, mobil datang itu nggak ada. Sunyi. Wong kadang-kadang gudangnya juga terbuka. Sudah satu tahun," ungkap Ato.
Ia juga menjelaskan bahwa gudang tersebut sebelumnya kerap digunakan untuk kegiatan warga, seperti senam hingga kebutuhan pertanian.
"Gudangnya itu dulu untuk senam warga sini. Terus sebelum puasa itu ini saya gunakan untuk nyacah-nyacah tanaman untuk pakan sapi," tambahnya.
Meski demikian, terdapat area tertentu di dalam gudang yang tertutup dan tidak pernah diakses warga, yakni sebuah ruangan di lantai dua yang diduga menjadi area privat pemilik.
https://www.jatengnetwork.com/jateng/28416986181/gudang-di-permukiman-semarang-digerebek-terungkap-diduga-pabrik-ekstasi-warga-syok
