SEMARANG, jatengnetwork.com – Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman (Disperkim) Kota Semarang berencana melakukan pengelolaan sampah anorganik menjadi ecobrick.
Namun menurut Kadisperkim Murni Ediati, pengelolaan sampah ini hanya sebatas di area taman kota yang masuk dalam Ruang Terbuka Hijau (RTH).
Untuk langkah awal, pihaknya sudah memulai di Taman Indonesia Kaya (TIK) yang selama ini menjadi ruang publik.
“Taman ini sering digunakan masyarakat untuk kegiatan rekreasi, sosial, budaya, hingga event besar,” ujarnya, Senin 2 Maret 2026.
Baca Juga: Gubernur Jawa Tengah Targetkan Jalan Semarang–Godong di Grobogan Rampung H-7 Lebaran
Dijelaskan, untuk melaksanakan program ini, Disperkim sudah menambah tempat sampah 3 pilah sebagai pemilah sampah, serta tong komposter untuk mengubah sampah organik taman menjadi kompos.
Program ini digelar sebagai upaya mewujudkan Semarang Zero Sampah yang digagas Walikota Agustina Wilujeng.
“Kami terus meningkatkan sarana taman kota dengan penambahan tempat sampah pilah dan komposter di Taman Indonesia Kaya, yang selanjutnya di seluruh taman aktif kota,” tandasnya.
Tempat pilah sampah ini, imbuhnya, memberi edukasi kepada masyarakat dalam pemilahan sampah organik dan organik.
Baca Juga: Mantan Wapres RI Try Sutrisno Meninggal Dunia di Usia 90 Tahun
Sedangkan komposter untuk mengurangi timbunan sampah di TPA, menurunkan emisi gas rumah kaca, serta menyuburkan tanah secara alami, sejalan dengan prinsip sustainability.
Diharapkan dengan kegiatan ini taman kota selain sebagai ruang komunal yang nyaman untuk bersosialisasi.
Juga menjadi ruang edukasi kepada masyarakat terkait pentingnya mengelola sampah sehingga Kota Semarang menjadi kota hijau yang lebih bersih dari sampah.
Baca Juga: BBPJN Petakan 46 Titik Rawan Macet dan 23 Titik Rawan Bencana di Jateng Jelang Mudik Lebaran 2026
https://www.jatengnetwork.com/jateng/28416806850/wujudkan-semarang-zero-sampah-disperkim-kelola-sampah-di-taman-kota-jadi-ecobrick
