Borong 8 Emas Porprov Jateng 2026, Tiga Atlet Kempo Kota Semarang Ungkap Perjuangan di Balik Podium
Tiga atlet Shorinji Kempo Kota Semarang meraih total 8 emas Porprov Jateng 2026. Simak perjuangan Sabilu, Graciana, dan Gilang di Salatiga.
Salin

SEMARANGNETWORK.COM, SALATIGA – Tiga atlet Shorinji Kempo Kota Semarang mencuri perhatian dalam Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) XVII Jawa Tengah 2026 setelah sukses mengoleksi total delapan medali emas dari sejumlah nomor pertandingan.

Ketiga atlet tersebut adalah Sabilu Habiburrahman Zarkasi (21), Graciana Tatiowe Matan (22), dan Gilang Ramadan Al-Fayed (21).

Di balik keberhasilan mereka, tersimpan perjuangan panjang melalui latihan intensif, disiplin, serta kesiapan fisik dan mental menghadapi persaingan di atas tatami.

Sabilu Raih Tiga Emas, Latihan Dua Tahun Terbayar

Sabilu Habiburrahman Zarkasi menjadi salah satu atlet Kempo Kota Semarang yang tampil gemilang dengan meraih tiga medali emas.

Saat ditemui di GOR Kridanggo, Salatiga, Sabtu (24/10/2026), Sabilu mengaku bersyukur karena persiapan panjang yang dijalaninya membuahkan hasil.

"Tentu perasaan saya sangat senang. Latihan saya selama dua tahun ini terbayarkan," kata Sabilu.

Atlet berusia 21 tahun tersebut telah mengenal olahraga Shorinji Kempo sejak berusia lima tahun.

Pengalamannya tidak hanya terbatas pada kejuaraan daerah. Sabilu juga pernah mengikuti kompetisi di Malaysia, Yogyakarta, hingga kejuaraan nasional di Solo.

Menurutnya, keberhasilan meraih emas tidak lepas dari dukungan pelatih, manajer, dan ofisial yang terus mendampingi selama persiapan maupun pertandingan.

Ia mengakui perjalanan menuju podium tidak selalu mudah karena harus menghadapi kejenuhan dan beratnya rutinitas latihan.

Graciana Sapu Bersih Tiga Emas, Harus Berpindah Tatami

Prestasi membanggakan juga ditorehkan Graciana Tatiowe Matan, atlet asal Bongsari, Kota Semarang.

Perempuan berusia 22 tahun tersebut berhasil meraih tiga medali emas dari nomor randori putri kelas 50–55 kilogram, embu berpasangan putri Kyukenshi, dan embu berpasangan campuran Kyukenshi.

Graciana mengungkapkan perjuangan meraih tiga emas cukup menguras tenaga. Pasalnya, ia harus menjalani pertandingan di beberapa nomor dengan jadwal yang berdekatan.

"Saya bermain di tiga nomor, jadi fisik saya betul-betul diuji. Saya harus pindah dari tatami A, B, dan C, tetapi puji Tuhan akhirnya bisa menyelesaikan semuanya dengan baik dan meraih tiga medali emas," ungkapnya.

Graciana telah menekuni Kempo sejak usia 10 tahun dan menjalani persiapan lebih dari dua tahun untuk menghadapi Porprov Jateng 2026.

Sebelumnya, ia juga mencatatkan prestasi nasional dengan meraih emas pada PON XXI Aceh-Sumatera Utara 2024.

Sementara pada PON Beladiri di Kudus, Graciana mengoleksi satu medali perak dan dua perunggu.

Pengalaman tersebut menjadi modal penting untuk menjaga konsentrasi, ketahanan fisik, dan kematangan teknik saat menghadapi pertandingan.

Gilang Sumbang Dua Emas, Targetkan PON Berikutnya

Atlet Kempo Kota Semarang lainnya, Gilang Ramadan Al-Fayed, turut menyumbangkan dua medali emas bagi kontingen Kota Semarang.

Atlet berusia 21 tahun asal Jangli tersebut meraih emas melalui nomor embu berpasangan putra Kyukenshi dan embu berpasangan campuran Kyukenshi.

"Saya mendapatkan medali emas di pasangan putra Kyukenshi dan pasangan campuran Kyukenshi," ujar Gilang.

Meski baru mulai menekuni Kempo pada 2019, Gilang telah memiliki pengalaman bertanding di sejumlah kompetisi nasional.

Ia pernah meraih emas Pekan Olahraga Pelajar Nasional (POPNAS), satu perak dan satu perunggu pada PON Beladiri di Kudus, serta dua emas dari kejuaraan invitasi mahasiswa.

Menjelang Porprov Jateng 2026, Gilang menjalani latihan intensif selama hampir dua tahun.

Menurutnya, nomor embu berpasangan membutuhkan kekompakan, ketepatan teknik, dan koordinasi gerakan agar dapat tampil maksimal.

Setelah sukses meraih dua emas di Porprov, Gilang bertekad melanjutkan prestasinya dengan membidik kesempatan tampil pada PON berikutnya.

Delapan Emas Jadi Bukti Konsistensi Atlet Kempo Semarang

Keberhasilan Sabilu, Graciana, dan Gilang menjadi salah satu catatan membanggakan bagi cabang olahraga Shorinji Kempo Kota Semarang dalam Porprov XVII Jawa Tengah 2026.

Ketiganya membuktikan bahwa prestasi olahraga tidak hanya ditentukan kemampuan teknik, tetapi juga disiplin, ketahanan mental, dan konsistensi menjalani latihan.

Dengan pengalaman serta prestasi yang terus berkembang, ketiga atlet tersebut diharapkan mampu melanjutkan kiprahnya di tingkat nasional sekaligus menginspirasi generasi muda Semarang untuk menekuni olahraga bela diri.

Bagi mereka, medali emas Porprov bukan akhir perjalanan, melainkan pijakan untuk mengejar prestasi yang lebih tinggi.


Anda mungkin juga menyukai