SEMARANGNETWORK.COM, SEMARANG – Atlet angkat besi Kota Semarang, Nicholas Destyan Prayuda, sukses menyumbangkan medali emas pada Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) XVII Jawa Tengah 2026 setelah tampil dominan di kelas 60 kilogram putra.
Bertanding di Gedung Graha Sari Gayamsari, Kota Semarang, Sabtu (24/10/2026), Nicholas membukukan total angkatan 242 kilogram, terdiri atas snatch 107 kilogram dan clean and jerk 135 kilogram.
Catatan tersebut mengantarkan Nicholas ke podium tertinggi sekaligus mengungguli pesaing terdekatnya dengan selisih 17 kilogram.
Medali perak diraih lifter Kota Pekalongan, Magdum Chasani, dengan total angkatan 225 kilogram, yakni snatch 100 kilogram dan clean and jerk 125 kilogram.
Sementara itu, Sofiyyuddin Abdulah dari Kabupaten Blora mengamankan medali perunggu setelah mencatatkan total angkatan 222 kilogram, terdiri atas snatch 100 kilogram dan clean and jerk 122 kilogram.
"Alhamdulillah setelah persiapan bertahun-tahun hari ini berhasil meraih medali emas," ujar Nicholas seusai pertandingan.
Davien Sumbang Perak, Kalah Tipis Tiga Kilogram
Selain emas Nicholas, kontingen angkat besi Kota Semarang menambah satu medali perak melalui Davien Samtama Ilham yang tampil di kelas 65 kilogram putra.
Davien mencatatkan total angkatan 236 kilogram dari snatch 106 kilogram dan clean and jerk 130 kilogram.
Hasil tersebut hanya terpaut tiga kilogram dari lifter Kabupaten Blora, Ahmad Toyfurahman, yang merebut emas dengan total angkatan 239 kilogram.
Ahmad membukukan snatch 108 kilogram dan clean and jerk 131 kilogram.
Adapun medali perunggu kelas 65 kilogram diraih Redha Barlian dari Kabupaten Karanganyar dengan total angkatan 215 kilogram, hasil snatch 95 kilogram dan clean and jerk 120 kilogram.
PABSI Semarang Akui Hasil Belum Sesuai Target
Ketua Persatuan Angkat Besi Seluruh Indonesia (PABSI) Kota Semarang, Iskandar, mengapresiasi pencapaian kedua atlet meskipun hasil pertandingan belum sepenuhnya memenuhi target.
Menurutnya, Nicholas memang menunjukkan kemampuan terbaik dan mampu mengungguli seluruh pesaing di kelasnya.
Namun, pihaknya semula menargetkan Davien juga membawa pulang medali emas.
"Nicholas memang tidak tertandingi tapi untuk Davien semula kami targetkan emas. Angkatan Davien di bawah dari catatan terbaiknya," kata Iskandar.
Dengan hasil tersebut, dua lifter Kota Semarang yang tampil pada pertandingan ini berhasil menyumbangkan satu emas dan satu perak bagi kontingen tuan rumah.
Prestasi Nicholas menjadi awal positif bagi cabang olahraga angkat besi Kota Semarang, sementara hasil Davien menjadi bahan evaluasi untuk meningkatkan pencapaian pada pertandingan berikutnya.

