Gubernur Ahmad Luthfi Turun Langsung! Pemprov Jateng Tanggung Penuh Pemulangan Korban Tewas Bus Maut Tol Krapyak
Pemprov Jawa Tengah menanggung penuh pemulangan 16 korban tewas kecelakaan Bus PO Cahaya Trans di Tol Krapyak Semarang. Korban luka dipastikan mendapat perawatan maksimal.

SEMARANG – Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi memastikan Pemerintah Provinsi Jawa Tengah menanggung penuh proses pemulangan seluruh korban meninggal dunia akibat kecelakaan tunggal Bus PO Cahaya Trans di simpang susun Exit Tol Krapyak, Kota Semarang, Senin (22/12/2025) dini hari.

Kepastian itu disampaikan Ahmad Luthfi saat mengunjungi keluarga korban di kamar jenazah RSUP dr Kariadi, Semarang, Senin siang. Pemprov Jateng mengambil tanggung jawab mulai dari proses identifikasi, penyediaan ambulans, hingga pengawalan jenazah ke rumah duka masing-masing korban.

“Penanganan kecelakaan memang ranah kepolisian. Namun, kami sudah berkoordinasi dengan seluruh dinas terkait agar pemulangan korban meninggal dunia ditangani penuh oleh Pemprov Jawa Tengah, termasuk pengawalan sampai ke rumah duka,” ujar Luthfi.

Ia menegaskan, setiap jenazah korban yang telah teridentifikasi akan dipulangkan menggunakan ambulans dengan pengawalan hingga tiba di daerah asal.

Selain itu, Pemprov Jateng juga memastikan korban luka mendapatkan perawatan maksimal. Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Tengah diterjunkan langsung untuk mendampingi proses pelayanan medis bagi korban yang dirawat di sejumlah rumah sakit di Kota Semarang.

“Untuk korban luka yang masih dirawat, Dinas Kesehatan turun langsung memastikan pelayanan medis berjalan optimal,” katanya.

Gubernur Ahmad Luthfi juga menyampaikan duka cita mendalam kepada seluruh keluarga korban atas musibah kecelakaan tersebut.

“Atas nama Pemerintah Provinsi Jawa Tengah, kami menyampaikan duka cita yang mendalam. Semoga para korban meninggal husnul khatimah dan keluarga yang ditinggalkan diberikan ketabahan,” ucapnya.

Sebagai informasi, kecelakaan melibatkan Bus PO Cahaya Trans bernopol B 7201 IV yang membawa 34 penumpang dengan rute Jatiasih, Jakarta, menuju Yogyakarta. Bus diduga melaju dengan kecepatan tinggi sebelum kehilangan kendali, menabrak pembatas jalan tol, dan terguling sekitar pukul 00.30 WIB.

Hingga Senin siang, tercatat 16 penumpang meninggal dunia dan 18 penumpang lainnya mengalami luka-luka. Para korban dirawat di RSUP dr Kariadi, RS Columbia Asia, dan RSUD dr Adhyatma MPH (RS Tugu) Semarang.

 

 



Anda mungkin juga menyukai