Pemerintah RI Kecam Israel Cegat Kapal Global Sumud Flotilla, Perlindungan WNI Jadi Prioritas
Pemerintah RI mengecam tindakan Israel yang mencegat kapal Global Sumud Flotilla di Mediterania Timur. Perlindungan WNI menjadi prioritas

JAKARTA – Pemerintah Republik Indonesia mengecam keras tindakan militer Israel yang mencegat sejumlah kapal misi kemanusiaan internasional Global Sumud Flotilla (GSF) 2.0 di sekitar perairan Siprus, Mediterania Timur.

Juru Bicara I Kementerian Luar Negeri RI, Yvonne Mewengkang, mengatakan sedikitnya 10 kapal dilaporkan telah dicegat dalam operasi tersebut.

Beberapa kapal yang disebut ditangkap antara lain Amanda, Barbaros, Josef, dan Blue Toys.

“Kementerian Luar Negeri mengecam keras tindakan Militer Israel yang telah mencegat sejumlah kapal yang tergabung dalam rombongan misi kemanusiaan internasional Global Sumud Flotilla (GSF) 2.0 di sekitar perairan Siprus, Mediterania Timur,” ujar Yvonne dalam keterangannya, Senin (18/5/2026).

Baca Juga: Gubernur Jawa Tengah Fokuskan Pembangunan Jateng 2027 pada Pariwisata dan Ekonomi Syariah

Berdasarkan informasi dari Global Peace Convoy Indonesia (GPCI), terdapat seorang Warga Negara Indonesia bernama Andi Angga Prasadewa yang berada di kapal Josef sebagai delegasi GPCI bersama Rumah Zakat.

Sementara itu, kapal yang membawa jurnalis Bambang Noroyono alias Abeng masih terus diupayakan untuk dihubungi guna memastikan kondisi kapal maupun keselamatan awak di dalamnya.

“Kementerian Luar Negeri RI mendesak Israel untuk segera melepaskan seluruh kapal dan awak misi kemanusiaan internasional yang ditahan, serta menjamin kelanjutan penyaluran bantuan kemanusiaan kepada rakyat Palestina sesuai hukum humaniter internasional,” lanjut Yvonne.

Pemerintah Indonesia menegaskan perlindungan terhadap WNI menjadi prioritas utama di tengah situasi yang berkembang cepat di kawasan tersebut.

Baca Juga: Dari Mataram NTB ke Semarang, Begini Perjalanan Karier Handi Priyanto Sekda Kota Semarang yang Baru

“Pelindungan WNI akan terus menjadi prioritas utama Pemerintah Indonesia di tengah situasi yang berkembang sangat cepat,” tegasnya.

Sejak awal, Direktorat Pelindungan WNI Kementerian Luar Negeri telah berkoordinasi dengan KBRI Ankara, KBRI Kairo, dan KBRI Amman untuk menyiapkan langkah antisipatif guna memastikan keselamatan para WNI.

Selain itu, Kemlu RI juga terus menjalin komunikasi dengan berbagai pihak terkait untuk memperoleh informasi terbaru sekaligus menyiapkan langkah kontingensi, termasuk fasilitasi perlindungan dan percepatan proses pemulangan apabila diperlukan.***

 

https://www.jatengnetwork.com/nasional/28417143520/pemerintah-ri-kecam-israel-cegat-kapal-global-sumud-flotilla-perlindungan-wni-jadi-prioritas

Anda mungkin juga menyukai