358 Mahasiswa KKN UPGRIS Resmi Diterjunkan, 17 Mahasiswa Mengabdi di Desa Leyangan, Kabupaten Semarang
Universitas PGRI Semarang (UPGRIS) secara resmi melepas ratusan mahasiswa peserta Kuliah Kerja Nyata (KKN) semester genap tahun akademik 2025/2026 untuk mengabdi di berbagai wilayah di Kabupaten Ungaran. Salah satu lokasi penerjunan KKN tersebut berada di Desa Leyangan, kecamatan Ungaran Timur. Dari total 358 mahasiswa KKN yang diterjunkan di Kabupaten Semarang, sebanyak 17 mahasiswa di tempatkan di Desa Leyangan.

SEMARANGNETWORK.COM – Acara penerjunan dilaksanakan pada Selasa (14/01) pagi bertempat di Pendopo kantor Bupati Semarang. Kegiatan ini dihadiri oleh Wakil Bupati Kabupaten Semarang Dra. Hj. Nur Arifah, ketua Lembaga Penelitian Pengabdian Masyarakat (LPPM) UPGRIS Prof. Dr. Wiyaka, M.Pd., serta sejumlah Dosen Pembimbing Lapangan (DPL).

Dalam sambutannya, wakil Bupati Kabupaten Semarang menyampaikan pesan dari Bupati Semarang bahwa KKN merupakan agenda penting dalam implementasi Tri Dharma Perguruan Tinggi, khususnya dalam pengabdian kepada masyarakat. KKN menjadi wadah bagi mahasiswa untuk mengaplikasikan ilmu pengetahuan yang telah diperoleh di bangku perkuliahan ke dalan kehidupan nyata di tengah masyarakat.

“Melalui KKN, mahasiswa diharapkan tidak hanya memahami teori, tetapi juga mampu berkolaborasi, beradaptasi, dan memberikan solusi atas permasalahan yang ada di desa maupun kota tempat mereka bertugas. Pemerintah Kabupaten Semarang juga sangat mendukung penuh pelaksanaan KKN UPGRIS di wilayah kami,” ujar Dra. Hj. Nur Arifah.

Sementara itu, penerjunan penerjunan mahasiswa KKN UPGRIS di Desa Leyangan turut dihadiri oleh Bapak Parmin selaku pendamping wilayah, Bapak Slamet Suryanto selaku Sekretaris Desa Leyangan, serta Ibu Nurul selaku Dosen Pembimbing Lapangan.

Dalam sambutannya, Sekretaris Desa Leyangan, Slamet Riyanto, menyampaikan apresiasi atas kehadiran mahasiswa KKN UPGRIS yang akan mengabdi di wilayahnya. Ia berharap kehadiran mahasiswa dapat memberikan dampak positif bagi masyarakat desa.

“Kami menyambut baik dan mengapresiasi kehadiran mahasiswa KKN UPGRIS di Desa Leyangan. Kami berharap mahasiswa dapat berkontribusi aktif, berbaur dengan masyarakat, serta membantu mengembangkan potensi desa melalui program-program yang sudah disusun,” ujar Slamet Suryanto.

Selama masa pengabdian, mahasiswa KKN UPGRIS akan melaksanakan berbagai program kerja yang disesuaikan dengan kebutuhan dan potensi desa masing-masing. Khususnya di Desa Leyangan, mahasiswa mengusung program kerja unggulan berupa Expo Desa dan Mitigasi Bencana.

Sekretaris Desa Leyangan juga menilai bahwa program kerja unggulan tersebut relevan dengan kebutuhan desa.

“Program Expo Desa dan Mitigasi Bencana yang diusung mahasiswa KKN sangat sejalan dengan kebutuhan Desa Leyangan. Semoga kegiatan ini dapat meningkatkan partisipasi masyarakat serta memberikan manfaat yang berkelanjutan bagi warga,” tambahnya

Program Expo Desa bertujan untuk memperkanalkan dan mempromosikan potensi lokal, kreativitas masyarakat, serta produk unggulan desa agar memiliki nilai tambah dan daya saing. Sementara, program Mitigasi Bencana difokuskan pada peningkatan kesadaran dan kesiapsiagaan masyarakat dalam menghadapi potensi bencana melalui kegiatan sosialisasi dan edukasi.

Mahasiswa KKN UPGRIS Desa Leyangan diharapkan mampu menjalin kerja sama yang baik dengan pemerintah desa dan masyarakat setempat, sehingga seluruh program kerja dapat berjalan optimal dan memberikan manfaat nyata.

Dengan diterjukannya mahasiswa KKN UPGRIS di Kabupaten Semarang, khususnya di Desa Leyangan, diharapkan terjalin sinergi yang kuat antara perguruan tinggi, pemerintah daerah, dan masyarakat dalam mendukung pembangunan desa yang berkelanjutan serta tangguh terhadap bencana.


Anda mungkin juga menyukai