Banjir Demak Ditangani Serius, Pemprov Jateng Lakukan Perbaikan Rumah hingga Solusi Jangka Panjang Dikebut
Pemprov Jateng percepat penanganan banjir Demak, mulai dari perbaikan rumah warga hingga solusi jangka panjang agar banjir tidak berulang

DEMAK – Pemerintah Provinsi Jawa Tengah bergerak cepat dalam menangani dampak banjir yang melanda Kabupaten Demak. Upaya yang dilakukan tidak hanya berfokus pada penanganan darurat, tetapi juga mencakup pemulihan serta langkah pencegahan jangka panjang.

Wakil Gubernur Jawa Tengah, Taj Yasin Maimoen, menekankan pentingnya kerja sama lintas sektor untuk mempercepat perbaikan rumah warga sekaligus menyelesaikan persoalan banjir yang kerap terjadi berulang.

“Sudah kita asesmen. Tinggal kita petakan lagi secara detail, kita hitung kebutuhannya apa saja. Penanganannya tidak bisa sendiri, harus bersama-sama antara kabupaten, provinsi, dan juga pemerintah pusat,” katanya saat meninjau wilayah terdampak parah di Dukuh Solondoko, Desa Trimulyo, Kecamatan Guntur, Selasa (7/4/2026).

Baca Juga: Transformasi Kampung Nelayan Jepara Digenjot, Witiarso: Harus Naik Kelas dan Bernilai Ekonomi Tinggi

Ia menilai, kolaborasi antara berbagai pihak menjadi kunci utama agar banjir, khususnya di daerah rawan, tidak terus terjadi setiap tahun. Selain pembenahan tanggul dan aliran sungai, percepatan pemulihan rumah warga juga menjadi prioritas pemerintah.

Untuk mendukung hal tersebut, Pemprov Jawa Tengah menggandeng berbagai pihak dalam proses penanganan. Sumber pendanaan berasal dari pemerintah provinsi, pemerintah pusat, pemerintah kabupaten, Baznas, serta PMI. Sementara itu, tenaga perbaikan akan melibatkan relawan dari berbagai organisasi kemasyarakatan.

“Tadi kami sudah komunikasi dengan Ansor. Insyaallah Banser dari Jawa Tengah dan kabupaten akan membantu tenaga, untuk perbaikan rumah warga,” jelasnya.

Sejumlah bantuan pun mulai disalurkan kepada warga terdampak. Di antaranya program perbaikan tujuh unit Rumah Tidak Layak Huni (RTLH), 127 paket sembako dari Baznas Jawa Tengah, serta bantuan dana sebesar Rp10.065.500 dari PMI Jawa Tengah.

Baca Juga: Semarang Gelar Dialog Nasional Makan Bergizi Gratis, Libatkan UNICEF hingga WHO

Warga terdampak mulai merasakan manfaat dari bantuan tersebut. Ma’arif (39), salah satu korban banjir, menyebut kondisi saat ini mulai membaik dibanding saat kejadian.

“Alhamdulillah bantuan sudah mulai terasa. Dari nasi bungkus, listrik sudah nyala, air bersih juga ada, sampai pembersihan lumpur,” ujarnya.

Meski demikian, ia mengungkapkan kerusakan yang dialami warga cukup parah. Rumah miliknya mengalami kerusakan sekitar 40 persen, sementara rumah orang tuanya hanyut tanpa tersisa. Banyak barang juga hilang terbawa arus.

“Kalau rumah kayu seperti kami, satu unit bisa sekitar Rp80 juta. Itu belum isinya,” tambahnya.

Selain perbaikan rumah, warga juga masih membutuhkan bantuan untuk mencari puing-puing bangunan yang tertimbun lumpur.

https://www.jatengnetwork.com/jateng/28416964825/banjir-demak-ditangani-serius-pemprov-jateng-lakukan-perbaikan-rumah-hingga-solusi-jangka-panjang-dikebut

Anda mungkin juga menyukai