Lewat Aplikasi Jateng Ngopeni Nglakoni, Pemprov Jateng Pangkas Jarak Layanan Publik dengan Warga
Pemprov Jawa Tengah menghadirkan aplikasi Jateng Ngopeni Nglakoni (JNN) untuk memudahkan layanan publik dan pengaduan warga. Ribuan aduan telah ditindaklanjuti sejak diluncurkan 2025.

SEMARANG – Pelayanan publik tak lagi sekadar soal kecepatan, tetapi juga soal kehadiran dan kedekatan. Di bawah kepemimpinan Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi dan Wakil Gubernur Taj Yasin Maimoen, Pemerintah Provinsi Jawa Tengah terus berupaya membangun layanan yang responsif sekaligus terasa dekat dengan masyarakat.

Upaya tersebut diwujudkan melalui aplikasi Jateng Ngopeni Nglakoni (JNN), sebuah platform digital yang dirancang untuk memudahkan warga mengakses layanan pemerintah, menyampaikan aspirasi, hingga melaporkan keluhan pelayanan publik secara langsung.

JNN merupakan aplikasi resmi Pemprov Jateng yang dapat diunduh melalui perangkat Android maupun iOS. Melalui satu aplikasi, masyarakat dapat memperoleh berbagai informasi serta berinteraksi langsung dengan pemerintah tanpa harus datang ke kantor layanan.

Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Jawa Tengah, Agung Hariyadi, mengatakan JNN dikembangkan sebagai ikhtiar pemerintah untuk memangkas jarak antara negara dan warganya.

“Pengembangan fitur terus kami lakukan agar sesuai dengan kebutuhan masyarakat,” kata Agung.

Di dalam aplikasi JNN tersedia berbagai layanan, mulai dari kanal pengaduan 24 jam, call center 150945 (Isogas), informasi berita Jawa Tengah, bursa kerja yang terhubung dengan e-Makaryo, hingga informasi transportasi Trans Jateng. Selain itu, terdapat layanan cek pajak kendaraan, data fasilitas kesehatan, layanan Dukcapil, ruang Zilenial, hingga fitur khusus Mudik Natal dan Tahun Baru (Nataru).

Pada fitur Mudik Nataru, masyarakat dapat memantau lokasi posko, kondisi lalu lintas, rest area, CCTV titik keramaian, fasilitas kesehatan, hingga informasi Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum (SPKLU). Informasi cuaca juga disediakan untuk membantu warga mempersiapkan perjalanan dengan lebih aman dan nyaman.

Sejak diluncurkan langsung oleh Gubernur Ahmad Luthfi pada Agustus 2025, aplikasi JNN mulai mendapat respons positif dari masyarakat. Hingga Desember 2025, tercatat sebanyak 7.034 warga telah mengunduh aplikasi tersebut.

“Total aduan yang masuk mencapai 9.247 laporan, dengan 3.020 aduan disampaikan melalui aplikasi JNN,” ungkap Agung.

Dari jumlah tersebut, sekitar 5.449 aduan atau 59 persen telah ditindaklanjuti dan diselesaikan. Sisanya masih dalam proses verifikasi dan penanganan oleh instansi terkait.

Meski mengedepankan layanan digital, Pemprov Jateng tetap mempertahankan pendekatan tatap muka melalui program Kantor Gubernur Rumah Rakyat. Program ini memungkinkan masyarakat menyampaikan keluhan dan aspirasi secara langsung tanpa sekat birokrasi.

“Kantor Gubernur juga menjadi tempat pelayanan langsung kepada masyarakat,” jelas Agung.

Layanan Rumah Rakyat tidak hanya tersedia di Semarang, tetapi juga di kantor eks Bakorwil Pati, Solo, dan Banyumas. Langkah ini diambil agar pelayanan pemerintah semakin dekat dengan masyarakat di berbagai wilayah.

Aduan masyarakat yang masuk pun beragam, mulai dari infrastruktur jalan, penerangan umum, fasilitas publik, layanan kesehatan dan pendidikan, hingga bantuan sosial. Bagi Pemprov Jateng, laporan tersebut menjadi bentuk partisipasi aktif warga dalam mengawasi dan memperbaiki kinerja pemerintahan.

“Melalui laporan masyarakat, kekurangan dalam pelaksanaan program bisa segera dibenahi,” tambah Agung.

Program JNN dan Kantor Gubernur Rumah Rakyat mencerminkan arah kebijakan kepemimpinan Ahmad Luthfi dan Taj Yasin yang menekankan pelayanan publik yang inklusif, responsif, dan membumi. Teknologi dimanfaatkan untuk mendekatkan pemerintah dengan masyarakat, tanpa meninggalkan sentuhan layanan langsung.


Anda mungkin juga menyukai